Menu

Persebaya Surabaya Lemah Dihadapan Djadjang Nurdjaman

Sosok Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman tampaknya menjadi aktor antagonis bagi Persib Bandung. Layaknya Superman yang lemah terhadap batu kryptonite dalam serial DC Comics, kegarangan Maung Bandung seolah juga tak berarti saat berhadapan dengan mantan pelatihnya ini.

Teranyar Persib digasak empat gol tanpa balas oleh Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, dalam lanjutan Liga 1 2019. Hattrick striker Amido Balde plus ditambah gol spektakuler Irfan Jaya berhasil memperpanjang rekor apik Djanur saat bersua mantan anak asuhnya.

Menariknya, bukan baru kali ini saja Djanur jadi batu kryptonite buat Persib. Semua berawal ketika Djanur memutuskan mundur dari kursi kepelatihan Persib.

Namun sebelum itu, ada baiknya kita mengetahui dulu bagaimana keintiman Djanur dengan Persib. Sepanjang kariernya, Djanur tercatat dua kali tangani Pangeran Biru.

Pertama dia melakukannya di musim 2007-2008. Sayang tak ada prestasi menawan yang ditorehkan pria berusia 60 tahun itu bersama Persib.

Djanur kembali ke kota Kembang pada tahun 2012. Dia ditunjuk menangani Persib lagi untuk kedua kalinya. Bisa dibilang ini era keemasan Djanur bersama Pangeran Biru.

Torehan dua trofi bergengsi berhasil dipersembahkan Djanur. Dia berhasil mengawinkan dua trofi sekaligus yakni Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015. Sayang kemesraan Djanur dan Persib berakhir pada tahun 2017.

Dia akhirnya hengkang dari kursi pelatih kepala Persib Bandung. Keputusan itu diambil usai tim besutannya mengalami kekalahan 1-2 saat bertandang ke markas Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu, 15 Juli.

Usai dari Persib, Djanur sempat melanglang buana ke PSMS Medan. Nah bersama Tim Ayan Kinantan, Djanur juga sempat berhadapan dengan Persib. Statistik mencatat, Djanur dua kali melawan Persib di dua ajang berbeda.

Pertemuan pertama terjadi di ajang turnamen pramusim Piala Presiden 2018. Pada era ini, Djanur sukses membawa PSMS Medan menang 2-0 atas Persib.

Sementara di Liga 1 2018, Djanur harus menerima kenyataan takluk dengan skor telak 0-3 dari Persib.

Usai tangani PSMS, Djanur kembali melanjutkan kariernya di Persebaya Surabaya hingga kini.

Uniknya keputusan melatih Persebaya membuat Djanur akan bertemu kembali tim yang telah membesarkan namanya tersebut. Tercatat, Djanur sudah dua kali berhadapan dengan Maung Bandung.

Pertama dia harus melawan Persib di bawah asuhan Mario Gomez. Djanur pun berhasil meraih kemenangan telak 4-1 atas Persib dalam dalam laga pekan ke-26 Liga 1 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali pada 20 Oktober 2018.

Kemudian Djanur juga sempat menjajal kemampuan Persib pada era Miljan Radovic. Laga ini amat berkesan buat Djanur karena bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, tempat Djanur dielu-elukan semasa menjadi juru racik taktik Persib.

Hasilnya, Djanur kembali meraih kemenangan 3-2 atas Persib saat penyisihan Grup A Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Kamis (7/3/2019).

Tentu saja keberhasilan mengalahkan Persib di Liga 1 2019 kian perpanjang catatan apik Djanur saat melawan Persib. Namun sampai kapan Djanur jadi batu kryptonite buat Persib, menarik untuk dinantikan kisahnya.

Catatan Djanur Vs Persib:

21 Januari 2018: PSMS Medan 2-0 Persib Bandung (Piala Presiden)

Pencetak gol: Frets Butuan dan Antoni Putro Nugroho

5 Mei 2018: PSMS Medan 0-3 Persib Bandung (Liga 1 2018)

20 Oktober 2018: Persib Bandung 1-3 Persebaya (Liga 1)

Pencetak gol: Febry Haryadi – Irfan Jaya, Fandi Eko , Osvaldo Haay

26 Juli 2018: Persebaya Surabaya 3-2 Persib Bandung (Piala Presiden)

Pencetak gol: Manu Jalilov (2 gol), Irfan Jaya – Erwin Ramdani, Frets Butuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *