Menu

Gak Hanya Diminum, Yuk Merawat Wajah dengan Sparkling Water !

Selain mendunia dengan kebudayaannya seperti musik, drama, dan makanan, Korea juga menjadi pioneer produk-produk kecantikan perempuan Asia. Selain merek kosmetiknya laku di pasaran, tips-tips kecantikan ala cewek korea juga banyak diikuti perempuan-perempuan dari seluruh dunia. Termasuk sekarang, tren perawatan wajah menggunakan air berkarbonasi atau soda (sparkling water).
Ada banyak cara dalam memanfaatkan air berkarbonasi sebagai rangkaian perawatan kulit. Ada yang langsung disemprot ke muka, dicampur dengan air mandi, atau digunakan sebagai air bilasan setelah cuci muka.
Sudah banyak produk kosmetik Korea yang menggunakan air berkarbonasi sebagai bahan dasar produknya. Sejatinya, perawatan kulit dengan air berkarbonasi pertama kali dicetuskan oleh perempuan Jepang, hampir sama seperti tren mencuci muka dengan air bilasan beras. Namun seperti biasa, kekuatan pemasaran industri Korea lah yang membuat perawatan unik ini menjadi tren di seluruh dunia, termasuk di belahan Amerika dan Eropa. Perawatan dengan air berkarbonasi, dipercaya bisa membuat kulit kencang dan kenyal. Walaupun belum ada penelitian serius yang membahas tentang manfaat air berkarbonasi pada perawatan wajah, tapi diduga mineral yang terkandung pada air berkarbonasi membantu memperkuat sel-sel antar-serat kolagen.
Air jenis ini juga lebih ampuh membersihkan kulit karena karbonasinya memecah kotoran dan minyak di pori-pori. Bagaimana sih cara kerjanya? Pada suhu kamar, air berkarbonasi bersifat vasodilator, yang berfungsi memperlebar pembuluh darah. Ketika pembuluh darah makin lebar, maka pasokan darah ke jaringan kulit dan pengiriman nutrisi meningkat. Maka singkatnya, sistem sirkulasi berjalan lebih baik sehingga kulit menjadi semakin sehat.
Efek vasodilatasi yang sama juga bisa didapatkan dari air ledeng/air biasa yang dipanaskan. Menurut Kardiana Purnama Dewi, dokter spesialis kulit RSPI, kesetaraan pH antara air berkarbonasi dengan pH kulit meminimalisir efek negatif dari kontak kulit dengan air yang berbeda pH. pH pada air berkarbonasi bersifat asam ringan, sementara air ledeng/air biasa rata-rata memiliki pH normal, yakni 7. pH normal bisa mengganggu mantel asam kulit (lapisan terluar kulit), sehingga mencuci muka dengan air ini dapat menyebabkan kulit kering, retak, mengundang bakteri, dan menghasilkan jerawat.
Tapi perlu diperhatikan, sebagai perawatan pilih air berkarbonasi murni, bukan soda manis seperti cola yang justru punya pH asam tinggi yang berkisar 2,5. dilansir dari laman Cosmopolitan, air berkarbonasi sejatinya terbuat dari campuran air dengan karbon dioksida (CO2). Kadar karbon dioksida dalam air menurunkan kadar pH dari netral menjadi sedikit asam, dan ramah di kulit. Perawatan air berkarbonasi bisa dilakukan dalam berbagai cara, yang paling mudah adalah memercikkannya ke area wajah. Selain dipercikkan, air berkarbonasi juga bisa dijadikan bilasan setelah mencuci muka dengan sabun, dipijat ke area wajah, dan dioles.
Cara yang paling umum dilakukan adalah merendam wajah dalam genangan air berkarbonasi selama beberapa 10-15 detik. Namun perlu diingat, meski dipercaya mendatangkan efek kenyal dan kencang, perawatan kulit dengan air berkarbonasi tidak boleh dilakukan setiap hari karena dapat mengganggu kondisi kulit sebenarnya. Selain itu pada kulit sensitif, efek vasodilator bisa menyebabkan kulit menjadi kemerahan. dianjurkan perawatan dengan air berkarbonasi cukup dilakukan satu atau dua kali dalam seminggu. Apalagi, perawatan jenis ini kurang efisien dan boros untuk digunakan. Padahal, prinsip dasar perawatan tubuh adalah rasa nyaman penggunanya. Trik lainnya bisa dicampur dengan air biasa apabila air berkarbonasi yang digunakan dianggap terlalu keras. Rasionya setara, 1:1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *