Menu

Bingung? Cara menghilangkan kurap bagaimana

Semua orang bisa terkena infeksi jamur di kulit, namun jika Anda aktif dalam kegiatan olahraga dan aktivitas fisik, risiko Anda mungkin lebih tinggi. Dua jenis infeksi jamur yang paling umum terjadi adalah infeksi jamur ringworm alias kurap, dan infeksi jamur Candida. Meski namanya ringworm, infeksi ini tidak disebabkan oleh worm alias cacing, melainkan oleh sekelompok jamur yang dinamakan dermatofit. Kurap biasanya menyerang kaki (sering juga disebut penyakit athlete’s foot), selangkangan (tinea cruris), kulit kepala (tinea capitis), kuku, tangan, dan kaki. Kedua jenis infeksi tersebut sama-sama lebih sering muncul di area kulit yang begitu lembap. Akan tetapi, kulit yang diserang berbeda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa infeksi jamur tersebut akibat dari candida. Sehingga bisa menyerang kulit skrotum pada pria. sedangkan kurap itu sendiri tidak pernah terjadi pada bagian tersebut. selain itu bentuk dari keduanyapun juga berbeda. Kurap bisa menular dari manusia ke manusia, atau dari benda berjamur seperti handuk lembap, atau dari hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Ruam merah yang meradang, terkadang juga bersisik, dan bentuknya biasanya bulat menyerupai cincin disebabkan dari kurap itu sendiri. Bagian tengahnya biasanya merah, tapi bisa juga warna kulit normal. Jika muncul di kulit kepala, kurap tersebut dapat menyebabkan kerontokan rambut.  “dilansir dari laman Alodokter” ada beberapa cara menghilangkan kurap tanpa harus kedokter. Kurap ternyata dapat dihilangkan dengan cukup mengoleskan salep kurap tersebut atau jamur yang dijual bebas, dalam artian salep yang berisi clotrimazole atau miconazole. Ingat oleskan salep kurap sesuai petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan. Sambil lalu mengoleskan, ada beberapa hal yang perlu kita lakukn, sepertihalnya:

  • Kompres kurap dengan handuk kecil yang dibasahi air dingin selama 20 hingga 30 menit. Lakukan sebanyak 2-6 kali sehari.
  • Hindari menggaruk area yang yang terasa gatal, karena dapat menimbulkan infeksi bakteri pada kulit.
  • Membersihkan dan mengeringkan kulit secara teratur, khususnya area kulit yang terkena kurap.
  • Tidak mengenakan pakaian dengan bahan yang dapat menimbulkan iritasi pada area kurap. Jika harus memakainya, tutupi area kurap dengan perban. Hal ini dilakukan agar dapat menghilangkan kurap dengan cara maksimal.
  • Mencuci baju dan seprai setiap hari selama kurap belum sembuh dan jaga kebersihan lingkungan sekitar.

Dokter kulit akan menghilangkan kurap berdasarkan lokasi kurap dan luasnya area. Namun, untuk kasus kurap yang dapat dikatakan cukup ringan, dokter akan berikan obat oles berisi anti jamur yang lebih kuat dibandingkan dengan obat yang biasanya dijual bebas. Seperti  ketoconazole,terbinafine, dan naftifine.Akan tetapi jika terjadi pada area yang lebih luas, bertambah parah, atau sulit hilang, maka dokter dapat memberi obat antijamur berbentuk tablet, contohnya terbinafine, itraconazole, griseofulvin, atau fluconazole. Selain infeksi bakteri, menyebarnya kurap dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain juga dapat terjadi jika setelah menggaruk area yang terkena kurap, penderita menyentuh bagian tubuh lain tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Infeksi bakteri dapat menyertai kurap apabila area kulit yang terkena kurap terus digaruk. Sehingga dokter akan memberikan obat tambahan berupa antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Kurap jarang menimbulkan masalah yang serius dan biasanya hilang dalam waktu 2-4 minggu setelah pengobatan. Komplikasi yang dapat muncul justru akibat perilaku penderita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *